Finding His Grace in My Fragile Moments.
Kepalaku pening, dada sesak, sensasi melayang, perasaan tidak nyata dan lemah.
Di momen inilah Allah terasa dekat denganku..
Sepanjang cerita dan prosesku kembali kepada-Nya, rasanya hidupku penuh dengan bahagia dan syukur. Hingga sempat terbesit dikepalaku 'Kenapa semua hal baik? Apa aku tidak diuji?' namun pikiran itu langsung aku tepis dengan selalu bersyukur.
Ada kala aku futur, sering sekali. Dan rasanya setiap kali futur Allah langsung meresponnya dengan kesulitan atau situasi sulit, hal ini yang membuat aku selalu introspeksi diri.
'Aku abis melakukan dosa apa ya?' dan memang pasti ada celaku melakukan dosa.
Lantas aku shalat dan bersujud kepada-Nya menangis dan minta pertolongan dan keajaiban-Nya, sekarang persentase kepercayaanku kepada keajaiban Allah sudah 100%. Aku percaya Allah selalu ada untuk ku dan memberikan ku banyak keajaiban dalam melalui segala perkara ku.
Namun kali ini...
Berat...
Sangat berat sekali...
Karna situasi ini pure kelalaianku hingga merugikan nilai yang sangat besar, bukan hanya nilai tapi kredibilitas. Aku menangis didalam sujudku, aku memohon kepada Allah, rasa takutku kepada manusia ternyata masih lebih besar dari rasa takutku kepada Allah.
Buktinya, aku masih saja futur. Sekedar memperlambat shalat dan tidak berdzikir/doa kepadanya.
Aku melakukan segala cara untuk menebus ini semua, aku melakukan segala cara untuk merayu dan memohon kepada-Nya untuk keajaiban itu. Aku percaya Allah akan membantuku dan memberiku kemudahan dan kebaikan.
Allah Maha Pengasih.
Allah Maha Penyayang.
Allah Maha Pembolak balik.
Aku sungguh membutuhkan Kun Faya Kun nya saat ini, ada sisi dimana aku ragu takut upayaku belum terkabulkan karna Allah masih ingin aku belajar dari kesalahan ini. Aku terlalu terburu, thats why Allah menahan ini semua.
Aku melakukan nazar beberapa kali, namun hatiku rasanya kurang oke dengan hal ini. Khawatir aku menganggap ini sebuah transaksi atau seolah aku hanya beribadah untuk sesuatu hal saja.
Saat ini hari ke 3 ku, My Red Day. Dan akan ada meeting yang sangat aku takuti, namun aku berusaha tawakal dan tenang. Hati ku selalu 'Allah bersamaku' ' Allah tidak tidur dan tidak akan membiarkan aku terus menerus berada dikesulitan ini' 'Aku percaya pertolongannya dekat'.
Aku akan update lagi setelah sesi meeting hari ini.
-
I said what i said...
Sesi meeting berjalan dengan sangat baik, dan aku mulai perbaiki semuanya. Semua atas izin Allah hingga aku bertemu dengan atasan yang sangat baik, bijaksana, dan bertanggung jawab.
How grateful i am..
Setelah semua badai yang aku alami dan segala kemudahan hingga nikmat yang aku rasakan sampai detik ini membuatku semakin percaya bahwa 'Maha Suci, Maha Besar Allah SWT'.
Aku berdedikasi untuk tidak akan pernah lupa segala kebaikan dan kenikmatan yang Allah kasij kepadaku dan keluargaku, semoga kelak aku bisa selalu berada didalam radarnya dan wafat dalam keadaan taat dan muslim. Aamiin.
Sincerely, Nazilah.


Komentar
Posting Komentar